KETIKA RAKYAK PROPINSI LUMBUNG ENERGI
Harus mati dalam kelangkaan minyak dan gas
Sumatera selatan kaya akan sumber daya energi, namunsayang rakyat yang berada dalam julukan ” lumbung energi” ini harus antre untuk mendapatkan bahan baker,baik minyak maupun gas. Apa yang terjadi sebenarnya??
Sumatera selatan; wakil ketua fraksi partai democrat DPRD sumsel Aruji Kartawinata, disela rapat internal membahas LPJK Gubenur mengatakan fraksi democrat akan meminta penjelasan seputar penerapan sumsel sebagai lumbung energi.[1]
Fraksi ini fraksi ini menilai hampir seluruh potensi energi terdapat di sumsel, dengan kondisi global yang terjadi, maka akan dipertanyakan seberapa jauh peran lumbung energi dalam mencukupi kebuituhan energi nasional.[2]
Indonesia sangat bergantung pada pasokan dari energi dunia, khususnya bahan baker minyak. Gejolak harga BBM secara global turut mempengaruhi pemenuhan energi diindonesia.kondisi demikian memberi peluang bagi sumsel untuk memberikan kontribusi pada Negara Indonesia
Kenyataannya, ketika BBM terjadi Kelangkaan untuk kebutuhan masyarakat, sumatera selatan masih tetap terpengaruh kebijakan pusat(pemerintah). Untuk kebutuhan masyarakan sederhana pun Indonesia masih mengalami kelangkaan minyak tanah.
Tidak hanya itu, suamatera selatan sebagai penghasil minyak,dan gas. Seiring diluncurkan kebijakan konversi gas oelh pemerintahan pusat, ternyata juga mengalami kelangkaan gas. Sebenarnya kelangkaan ini tidak harus terjadi seandainya seandainya perencanaan dan kebijakan pemerintahan propinsi sumsel berorientasi untuk kesejahteraan masyarakat.
Hal yang sama terjadi juga pada program lumbung pangan. Meskipun sumatera selatan sebagai crude palm oil terbesar, tapi masyarakat disumatera selatan ini juga kesulitan mendapat minyak goring dengan harga murah.
Ini lah sebenarnya yang menjadi persoalan mendasar bagi pemerintaha daerah ( sumatera selatan). Dimana sebenarnya kebijakan local ini diterapkan dan pengaplikasinya. Termasuk program energi alternative seperti bio fuel dan bio etanol.
Sebenarnya sudah banyak tindakan yang dilakukan pleh Gubernur sumatera selatan, namunsayang masih banyak juga yang masih memerlukan kerja keras sehingga perlunya pengkajian secara obyektif terhadap program pemerintah.
[1] Berita pagi hal 16
[2] Berita pagi 18 juni 2008 hal 16
by darmanto (UNSRI)