Juni 2008


politik dan kemiskinan hampir menjadi satu kesatuan yang utuh’dimana ada kemiskinan disitu politik bermain, sungguh sangat mengecewakan terhadap demokrasi politik di masa sekarang

pemilihan cagub dan cawagub untuk sumatera selatan yang akan diadakan sekitar bulan september mendatang dipastikan akan banyak mengunakan kemiskinan sebagai senjata pamunkas untuk memikat hati rakyak.

ini bisa dilihat banyaknya aksi dari pada calan kandidak mengelar aksi sosial menjelang pilkada sungguh ironis betapa mereka mengunakan kemiskinan untuk mencapai sesuatu, padahal yang dibutukkan oleh rakyak hanyalah kemakmuran untuk masa kedepan bukan untuk masa sesaat seperti pemberian dana sosial yang dibagikan hanya menjelang pilkada.

namun  diharapkan kepada masyarakat jangan tergiur hanya dengan pemberian harta yang tidak sebanding dengan apa yang akan terjadi untuk lima tahun kedepan lebih penting.

ku

mengerti.

bingung

tanda tanya apa yang terjadi..

namun ku tak mengerti apa yang menjadi tanda tanya itu..

ku.

diam dalam tanya,

namun diam pun enggan beri pertanyaan,,

apa yang harus aku jawab..

diam.

diam nantikan kehancuran.

nantikan , nantikan hingga

kau aku dan dia tak bernyawa

KETIKA RAKYAK PROPINSI LUMBUNG ENERGI

Harus mati dalam kelangkaan minyak dan gas

Sumatera selatan kaya akan sumber daya energi, namunsayang rakyat yang berada dalam julukan ” lumbung energi” ini harus antre untuk mendapatkan bahan baker,baik minyak maupun gas. Apa yang terjadi sebenarnya??

Sumatera selatan; wakil ketua fraksi partai democrat DPRD sumsel Aruji Kartawinata, disela rapat internal membahas LPJK Gubenur mengatakan fraksi democrat akan meminta penjelasan seputar penerapan sumsel sebagai lumbung energi.[1]

Fraksi ini fraksi ini menilai hampir seluruh potensi energi terdapat di sumsel, dengan kondisi global yang terjadi, maka akan dipertanyakan seberapa jauh peran lumbung energi dalam mencukupi kebuituhan energi nasional.[2]

Indonesia sangat bergantung pada pasokan dari energi dunia, khususnya bahan baker minyak. Gejolak harga BBM secara global turut mempengaruhi pemenuhan energi diindonesia.kondisi demikian memberi peluang bagi sumsel untuk memberikan kontribusi pada Negara Indonesia

Kenyataannya, ketika BBM terjadi Kelangkaan untuk kebutuhan masyarakat, sumatera selatan masih tetap terpengaruh kebijakan pusat(pemerintah). Untuk kebutuhan masyarakan sederhana pun Indonesia masih mengalami kelangkaan minyak tanah.

Tidak hanya itu, suamatera selatan sebagai penghasil minyak,dan gas. Seiring diluncurkan kebijakan konversi gas oelh pemerintahan pusat, ternyata juga mengalami kelangkaan gas. Sebenarnya kelangkaan ini tidak harus terjadi seandainya seandainya perencanaan dan kebijakan pemerintahan propinsi sumsel berorientasi untuk kesejahteraan masyarakat.

Hal yang sama terjadi juga pada program lumbung pangan. Meskipun sumatera selatan sebagai crude palm oil terbesar, tapi masyarakat disumatera selatan ini juga kesulitan mendapat minyak goring dengan harga murah.

Ini lah sebenarnya yang menjadi persoalan mendasar bagi pemerintaha daerah ( sumatera selatan). Dimana sebenarnya kebijakan local ini diterapkan dan pengaplikasinya. Termasuk program energi alternative seperti bio fuel dan bio etanol.

Sebenarnya sudah banyak tindakan yang dilakukan pleh Gubernur sumatera selatan, namunsayang masih banyak juga yang masih memerlukan kerja keras sehingga perlunya pengkajian secara obyektif terhadap program pemerintah.


[1] Berita pagi hal 16

[2] Berita pagi 18 juni 2008 hal 16

by darmanto (UNSRI)

Pendidikan menjadi masalah ketika

Miskin itu menjadi momok dalam masyarakat.

Indonesia, ketika pendidikan menjadi hal yang utama dalam menunjang program pemerintah dan memajukan generasi muda Indonesia.

Namun disaat yang sama masyarakat yang kurang dalam penghasilan harus dihantui dengan tidak mampu membiayai pendidikan anak-anak mereka.mereka kerap dipaksa dengan kasus jual beli bangku yang harga nya mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, begitu juga ketika memulai awal ajaran mereka juga mesti menghadapi begitu besar uang demi memenuhi beragam pungutan yang bertebaran hampir disetiap sekolah.

Begitu juga menjelang ajaran tahun2008/2009  kondisi ini sudah menjadi hal yang lumrah dalam dunia pendidikan Indonesia. Orang tua anak-anak yang tergolong berpendapatan minim selalu mengeluh karena begitu besarnya pungutan terhadap siswa baru  seperti dana sebagai sumbangandemi kelancaran pendidikan yang mencapa jutaan rupiah sementara penghasilan orang tua yang sangat minim bahkan kuranguntuk memenuhi kebutuhan untuk hidup keseharian, bagai mana memikirkan kebutuhanuntuk pendidikan???

Kasus-kasus keseharian sudah cukup mengambarkan keadaan pendidikan dinegeri yang kaya raya akan sumber daya ala mini masih belum berpihak pada   kepada orang miskin.besarnya biaya pendidikan mengharuskan mereka untuk menyingkir dari dunia pendidikan bagi anak-anak merekauntuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang bermutu.

Padahal bila kita lihat begitu banyak generasi muda dari golongan orang yang tidak mampu mempunyai potensikecerdasan yang tinggi. Namun lagi-lagi besarnya  biaya yanmg mesti dikeluarkan untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaan bagi masa depan bangsa mengharuskan mereka dalam dilemma kehidupan yang sangat rumit. Mereka dalam dua pilihan yang tak mungkin mereka temukan jalan keluarnya dimana pilihan antara meneruskan pendidikan anak-anak mereka atau kah mati dalam dalam penghasilan yang minim.

Jika demikian halnya berarti pendidikan di negeri ini hanya berpihak pada orang-orang yang memiliki harta sehingga bagi masyarakat kurang mampu semakin tertutup kesempatan untuk mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan. Inilah bentuk diskriminasipendidikan yang sangat nyata di negeri ini.

Keprihatinan bagi negeri ini ditengah tengah kekayaan harus melupakanj solusi terhadap pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu, bagaimana Indonesia akan memiliki generasi yang memiliki potensi yang tinggi sementara biaya untuk memasuki gerbang pendidikan semakin mencekik penhidupan mereka. Ini lah yang menjadi tanggung jawab pemerintah untuk masa yang akan dating.

by: darmanto ( fakultas hukum UNSRI)

ini tangis penyesalan

tangis…  ada diantara tangis.

mengapa mesti air mata yang mengalir..

hingga menganak sungai…

bukan. ini bukan menganak sungai tangis ku,

bukan

hanya penyesalan yang menganak sungai dengan derai air mata,

aku juga tak mengerti mengapa ada ,, penyesalan itu,

rasa mungkin

munkin juga

tapi kembali ku katakan

ini air mata penyesalan dan kerinduan

kerinduan????

kembali aku bingung , dengan jawaban mu

ah sudah memang munkin nasib yang berkata..

jangan

ini memang nasib

nasib yang membawa jawaban dan berjalan dalam tanya

tapa jawaban..

by:darmanto

Halaman Berikutnya »