puisi ku yang membuat geger dunia

Sepenggal Cinta Berselimut Jerami
by:darmanto
Saturday, 15 March 2008
kala aku bernapas, ku hela saja udara dingin ini sampai tak tersisa
karena bayangku masing terawang-awang
dan bayangmu masih dalam karangan
lalu kita bermain mesra dalam isyarat:

engkau mencibir,
aku mendesir hingga lupa daratan tuk berpijak, kita pun jatuh
menghujam bumi
bersiul riang
lalu menghilang,

menyisakan sepenggal cinta berselimut jerami

Sebuah Tanya Kepada Debu
oleh: darmanto
Friday, 14 March 2008
Bercermin pada sebutir debu
Berharap tak ada celah lagi diwajahku
Berharap tak ada lagi sebuah pribahasa yang berlaku
Buruk muka cermin dibelah
Ah…sudah biasa

Wahai debu yang aku pungut
Yang menempel ditelapak kakiku
Kuambil dan kupakai kau untuk bercermin
Sebab kaca benggala sudah tak berguna lagi
Terlalu banyak membiaskan fakta dan tragedi
Wahai debu, tunjukkan padaku, rupa yang pasti
Agar tak ada lagi bias-bias yang menyelubungi

Wahai debu….
Darimanakah asalmu
Hingga kau bisa dipakai untuk bersuci
Apakah engkau lebih mulia dari intan dan emas?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s