bengkulu

Gila! Harga Bensin Rp 30.000 per Liter

Senin, 14-Juli-2008, 08:58:38
MUKOMUKO – Jika tak cepat diatasi, kelangkaan BBM bisa melumpuhkan perekonomian masyarakat. Krisis BBM ini diperparah dengan harga jual yang selangit. Di Seluma, harga bensin mencapai Rp. 15.000 per liter. Di Bengkulu Utara dijual Rp 20.000 per liter. Dan yang tertinggi, di Mukomuko ada yang menjual Rp 30.000 per liter.
Laporan wartawan RB di Mukomuko di daerah Sungai Ipuh sekitarnya seperti Surian Bungkal, Pondok Baru, Lubuk Sahung dan Talang Buai satu liter bensin dibagi tiga. Di daerah yang jarak tempuhnya 25 Km dari Kota Mukomuko ini 1 liter bensin dijual Rp 30.000.

‘’Kalau tidak sanggup beli 1 liter, bisa beli Rp 10.000. Tapi hanya dapat 1/3 liter. Tapi sampai kapan minyak mahal seperti ini. Kalau terus-terusan begini, jelas akan melumpuhkan ekonomi masyarakat. Khususnya petani seperti kami ini,” ujar warga Talang Buai, Rudianto.

Kondisi yang sama juga terjadi di Bengkulu Selatan. Kemarin, BBM jenis premium (bensin) yang dijual eceran, menembus harga Rp 30 ribu per liter. Ini dialami Wahyu (33) warga Kayu Kunyit Kecamatan Pasar Manna yang harus membeli bensin eceran seharga Rp 30 ribu per liter.

“Saya bermaksud menghadiri pesta pernikahan teman di Desa Manggul Kecamatan Kayu Kunyit. Tapi di perjalanan bensin motor sudah habis. Setelah bersusah payah, akhirnya saya mendapat bensin eceran. Namun dijual seharga Rp 30 ribu per liter,” ungkap Wahyu.

Lain lagi dengan Agus (26), warga Kota Manna saat ditemui Minggu (13/7) siang sekitar pukul 10.00 WIB, mengatakan membeli bensin eceran seharga Rp 20 ribu/liter di sekitar jalan Pangeran Duayu Kecamatan Pasar Manna. ‘’Harga ini sudah sangat luar biasa. Baru kali ini bensin mencapai harga Rp 20 ribu per liter,” ujar Agus, warga Pasar Ampera.

Meski keduanya mengaku harga bensin sangt tidak masuk akal, tapi terpaksa harus membelinya. Mengingat kendaraan yang mereka bawa tak mungkin bisa berjalan tanpa diisi bensin. ‘’Satu-satunya cara adalah membelinya, walaupun hanya satu liter,” terang Agus

Di BU Rp 20 Ribu

Kelangkaan bensin jenis premium di Kabupaten BU makin memprihatinkan. Di tingkat pengecer, baik di Arga Makmur apalagi di kecamatan yang jauh dari Ibukota Arga Makmur nyaris tak satupun yang menjual bensin.

Akibatnya, harga jual makin menggila. Di Kota Arga Makmur, harga bensin dijual naik hingga Rp 12 ribu. Harga tersebut mengalami kenaikan dari sehari sebelumnya yang hanya dijual RP 10 ribu. Begitu pula di daerah Padang Jaya dan Giri Mulya. Harga jual bensin juga makin melonjak hingga mendekati Rp 15 ribu perliternya.

Kondisi paling parah terjadi di Putri Hijau dan Napal Putih. Hingga kemarin harga jual bensin di kedua kecamatan tersebut sudah menembus Rp 20 ribu perliternya. Harga tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp 3 ribu dari sehari sebelumnya yang hanya Rp 17 ribu perliter.

Menurut salah seorangatu warga Putri Hijau, Ibnu kepada RB kemarin mengungkapkan di Kecamatan Putri Hijau tak satupun ditemui ada pengecer yang menjual bensin. Akibatnya, aktifitas di kawasan tersebut mengalami gangguan. ”Saya saja sampai tidak bisa berangkat ke Arga Makmur karena tidak mendapatkan bensin. Kalaupun ada, harganya sudah mencapai Rp 10 ribu perliternya,” ungkap Ibnu.

Kelangkaan bensin di Putri Hijau menurut Ibnu terjadi diakibatkan pasokan bensin di SPBU Putri Hijau yang mengalami kekosongan selama beberapa hari. Selain itu, diduga kondisi makin parah akibat adanya aksi penimbunan yang dilakukan beberapa oknum yang tidak bertanggungjawab.

Harga bensin di Kecamatan Air Napal yang sebelumnya stabil kemarin juga mengalami kenaikan drastis. Sama seperti Putri Hijau dan Napal Putih, di Kecamatan Air Napal harga bensin juga sudah menembus angka Rp 20 ribu perliter. ”Terus terang dengan kondisi ini warga merasa kesulitan Pak. Sebab, aktivitas warga jadi terganggu akibat kelangkaan bensin dan harga yang melonjak tinggi,” ujar salah satu tokoh pemuda Air Napal, Fauzul kepada RB kemarin.

Pemilik SPBU Arga Makmur, Gunadi ketika dimintai keterangannya kemarin mengatakan hingga saat ini pihaknya belum dapat menyalurkan bensin ke daerah-daerah yang jauh. Sebab, kata Gunadi pihaknya masih mencoba untuk memenuhi kebutuhan bensin di Kota Arga Makmur dahulu.

”Bagaimana mau kita bagi ke daerah jauh, sedangkan untuk di SPBU saja tidak mencukupi. Nanti, jika memang kondisi di SPBU sudah normal, baru akan kita bagi ke daerah atau kecamatan lain,” ujar Gunadi.

Distribusi Koran Terganggu

Kelangkaan BBM juga berdampak terhadap distribusi/penyebaran koran RB ke daerah. Armada yang mengangkut koran RB kesulitan mendapatkan bensin. Sehingga di beberapa daerah penyaluran koran sedikit terganggung. Manajer Pemasaran RB, M Hazrim, SE mewakili pimpinan RB memohon maaf jika koran edisi kemarin ada yang terlambat sampai ke tangan pembaca.

‘’Atas ketidaknyamanan pelayanan ini kami mohon maaf. Terutama untuk pelanggan di luar kota yang mungkin agak terlambat. Termasuk pelanggan di dalam kota, karena ada beberapa agen dan pengecer kesulitan mendapatkan BBM. Sekali lagi, kami mohon maaf atas kondisi ini,” ujar Hazrim.

Tak hanya distribusi koran, kelangkaan BBM ini juga berdampak terhadap masyarakat petani. Hasil pertanian sulit dikeluarkan. Sehingga petani mengalami kerugian akibat hasil pertanian yang cepat busuk, seperti sayur-sayuran tidak bisa dijual.

Nyaris Terbakar

Agen Mini Premium – Solar (AMPS) atau kios BBM Muara Aman nyaris ludes dilalap si jago merah. Itu dikarenakan satu unit ojek gandeng yang baru selesai mengisi bensin, terbakar. Peristiwa yang membuat para pengemudi kendaraan heboh itu terjadi kisaran pukul 17.43 Wib kemarin.

Data terhimpun, sore itu salah seorang pengemudi ojek gandeng, Ahmat Romji Firmansyah (30) baru selesai mengisi bensin. Warga Desa Muara Aman yang telah antre berjam-jam itu bermaksud meninggalkan kios.

Sewaktu mengengkol motor, tiba-tiba keluar percikan api. Entah karena di tangki motornya terdapat tumpahan bensin atau kaburator motornya bocor, percikan api membesar. Untungnya, petugas kios bergerak cepat. Dengan menyemprotkan racun api, api pun langsung padam.

Pengelola kios, Cendra saat ditemui membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kejadian tersebut sempat membuat mereka panik. Sebab, kalau saja motor ojek gandeng meledak, maka api pasti akan menyambar ke bensin lainnya. “Beruntung cepat dipadamkan. Kalau saja terlambat sedikit, entah bagaimana jadinya,” kata Cendra.

Kapolres Lebong AKBP Hendrik Marpaung melalui Kapolsek Lebong Utara Iptu Sukarna M Munthe, SH saat dikonfirmasi juga membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, walau luka bakar yang dialami korban tidak terlalu parah, namun setelah api dipadamkan korban langsung di bawa ke Puskesmas Induk Muara Aman.

Di puskesmas korban mendapatkan perawatan dan pengobatan secara intensif. “Sumber api masih kami selidiki. Ada dua kemungkinan, kalau bukan berasal dari busi, api mungkin berasal dari aki. Barang buktinya telah kami amankan,” kata Munthe.(civ/waw/beb/dmi)

.
.
.
.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s