“Ini adalah Resah cinta”

Cerpen Roman

By : Darmanto Hadi / drpm

Ingat kemarin dikala senja memberikan satu kesejukan diantara buaian bayu, ujar Asri,,kemudian hening dengan kediaman yang teramat sangat. Mam…bila malam pun bisa  ku ubah menjadi siang dan siang bias kurubah dengan perpanjangan waktu… tentu semua tercurah untuk mu.

Imam terdiam dalam galau yang menghalau….

“sri …tak bermaksud aku tuk meninggalkan mu ke negeri seberang, namun adalah pilihan aku tak bisa mengelak semua nya..

Dalam peperangan hati tampak kedua insan  terdiam dalam galau….hanya hening malam dan gemersik reranting tua nan rapuh yang ingin bercerita bagaimana perjalanan panjang kehidupan itu.waktu terus berlalu tanpa perduli keadaan sekitar,

Mam….bukan maksud ku untuk menghalangi kepergian mu ke negeri seberang, tapi …

Tapi apa.????tanya imam, kau takut aku tak kan pernah kembali lagi?, kau takut aku kan berpaling ke lain hati?? Tak mungkin asri.. bagi ku kau adalah segalanya, kau yang beri aku semangat, kauyang beri aku waktu tuk hirup udara dalam damai nya cinta kita berdua…

Asri tertunduk dalam diam dan mendesah panjang, mengikuti aliran napas yang mengalir lewat  pembuluh nadi yang tak lagi hangat,,,,mam. . bukan itu..”” kalimat asri tergantung.

Lalu terdiamn kembali…

Sudah lah terlalu malam untuk ita perdebatkan semua ini. Mari ku antarkaan kau pulang..ujar imam,

&

Seminggu sudah imam berada di kota kelahirannya dan melepas rindu dengan asri, namun semua berjalan dengan hampa bagai air yang mengalir diantara pegunungan di pedesaan. keluarga asri pun mulai menanyakan kapan mereka akan membangun keluarga, hal ini yang membuat imam semakin bingung dan bimbang, sama sekali mereka tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya. “Hemmmmn ….imam mendesah dalam tarikan napas panjang nya. Sambil mengambil haduk kemudian imam pergi menuju kamar mandi atau tepatnya bilik pemandian umum yang layaknya ada di pedesaan.

Waktu telah menujukan pukul 10.00 wib. Matahari pun telah menghilangkan hangatnya sinar paginya,,namun sejuknya udara pegunungan sedikit membantu..suasa pedesaan yang dulu begitu akrab dengan kehidupan kecil  imam kini sama sekali belum ada kemajuan ssemnjak di tinggal lima belas tahun yang lalu, penerangan lampu dengan lampu minyak, tv berwarna hitam putih, dan suasa keakraban sesama masyarakat, sungguh beda dengan keadaan Jakarta yang begitu semeraut  dengan kemacetan dan polusi . hemn… mam mela kite maen singitan la banyak kawan nunggu di bawah sine ujar sapi’I mela mam dem la pule kaba di gumah trust u” teriak anak-anak lain.

Kemudian dengan malas nya imam turun.. mela” ujar nya, diantara pematang sawah, rerimbunan pohon bambu kami saling menyembunyikan diri “ imam asin “ ujar sapi’I dengan logat bahasa daerahnya…dengan berlari kencang ku coba mengejar sapii untuk berlomba menuju tugu sebagi symbol kerajaan bagi yang kalah. Nah kau kene pule ujar sapi’I aku lebih cepat lari nyo” ujarnya..

Kelelahan dan rasa haus mulai menyengat tenggorokan kami,, dem la pulo ujar hanif, ke sungai kite mela mandi” dengan berlari tanpa alas kaki kami pun meyerbu anak sungai yang bening. Teringat kembali kenanganan masa kecil membayang di pelupuk mata “hemn tersunggin senyuman di lesung pipit imam.

Dua hari lagi kepergian imam ke luar negeri, asri masih saja menunjukan sikap murungnya, sri.. ujar imam pelan namun pasti, aku pergi tak kan lama, kau tahu kan kalau kepergian ku ini bukan sekedar perjalan biasa, aku pergi untuk mengejar impian dan masa depan ku juga masa depan kita asri” imam berusaha membujuk…… be continu”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s