mengenal Jakarta diantara SEX BEBAS

kamu tidak lah sendiri” sekelumit kata yang mungkin tidak lah begitu berarti, namun pada kenyataannya membawa saya pada suatu pengalaman yang nyata tentang kehidupan Jakarta lebih dekat,

Saya akui tulisan ini tidaklah sempurna, namun lebih dekat saya upayakan untuk sedikit bercerita dengan bahasa yang ringan tentang kehidupan Jakarta yang begitu bebas, dan tidak menutup kemungkinan ada jiwa kita diantaranya, baik itu gaya hidup, tingkah pola pribadi ataupun sex bebas pun bukanlah hal yang aneh untuk dibicarakan .

“Gay” topic yang sebenarnya sudah basi untuk dijadikan tema pembicaraan dikalangan metropolis, tapi bagi saya ini adalah pengalaman yang tidak bakal saya lupakan dalam perjalanan saya hidup dijakarta yang penuh dengan carut marut permasalahannya

Sebut saja wilyam, sahabat lelaki yang sudah saya kenal kurang lebih setahun yang lalu, kami  akrab bersahabat layaknya teman lama yang sudah saya kenal, bulan berjalan kami lalui tanpa ada hal yang aneh bagi saya sebagai seorang sahabat, kemudian diperjalanan waktu pertemanan kami, wilyam teman saya menanyakan yang menurut saya sendiri aneh, apa yang kamu pikirkan tentang Jakarta dengan kehidupannya? Hemnn saya hanya menjawab “free” semua bebas, baik sex, gaya hidup or apapun itu bentuknya, kemudian dia mengatakan bahwa dia seorang Gay sejati, dan itu hal yang paling membuat shock terapi buat saya, teman yang selama ini dengan penampilan machonya ternyata mengidap kelainan sexsual dan ini bukan gaya hidup tetapi kenyataan yang harus saya terima dia adalah GAY, tanpa ragu dia sampaikan “ saya akan memilih hidup saya dan bagi saya ini adalah pilihan, inilah realita Jakarta tempat hidup untuk dinikmati”

Kemudian tanpa ragupun saya menanyakan tentang bagaimana kehidupan sexnya terkait Jakarta sebagai tempat yang sudah diketahui tidak lah tabu untuk diungkap dalam kehidupan sehari-hari,

Secara berlahan diapun terbuka, bahwa sejak sekolah tingkat pertama, daya imajinasinya terhadap laki-laki sudah tumbuh begitu kuat, sampai suatu saat keinginan dan ketertarikan dia terhadapa sesama jenis semakin kuat  hingga akhirnya dia memilih untuk menjalani hubungan sesame jenis.

Berselang waktu, menurut pengakuannya, ada sebagai remaja yang menjadikan GAY ataupun homo sebagai pekerjaan dalam artian menjadikan diri sebagai objek para lelaki yang memiliki kelainan sex sual untuk mendapatkan UANG, namun dikomunitas sejenis yang sering mengadakan SEX PARTY, terhadap uang bukan lah hal yang utama bagi mereka, namun sex adalah bagian dari kebutuhan, tidak lebih dari itu,

SEX bukanlah yang utama bagi mereka akan tetapi ketertarikan sesame jenis tidak lah jauh berbeda sebagaimana terhadap pasangan normal lainnya.

Kemudian saya berusaha menarik kesimpulan, inilah Jakarta, dengan segala keterbukaannya, kebebasannya menciptakan suatu system kehidupan yang pada akhirnya menimbulkan prisip hidup ANDA ADALAH ANDA, jangan berusaha untuk memperhatikan orang lain”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s