Ruang kerja

image

La, kalau ku perhatikan Juminten tambah Ranum sahaja”

05 oktober 2011, waktu telah meninggalkan hari tanpa ada basa basi,

17 tahun yang lalu Juminten dengan keluguannya masih bergelayut manja,

Bahkan untuk sekedar mengenal malu pun tak terlitas di benak kecilnya,

Kini perjalanan waktu telah membawa ia diantara perjuangan,

17 tahun kini usia telah membawanya, dia cantik, dia menawan dan ia pun idaman,

Juminten….dalam senyum tanpak ia meranum

Juminten dalam ranum harus lawan hari.

hari yang mungkin dilewati dengan senyuman manis namun pahit.

hemnn…

berujar sambil beranjak menyambut malam,

tak ada lagi malu, tak ada lagi semu.

semua tampak biasa, semua biasa dan terasa “sakit diperjuangkan”

hidup membawa ranumnya Juminten hilang dibawa pedih

hidup pula lah yang menyakitkan ranumnya juminten.

hidup pula lah yang yang mengakhir persimpangan jalan.

salah siapa ?

tidak salah hidup, tidak pula salah juminten

perjuangan hidup untuk sedik asa yang hilang sahaja hingg mampu ia berdiri walau itu sakit.

Juminten ia dalam ranum harus menjual kenikmatan walau sakit itu nyata demi asa yang terkaburkan.

akhir persinggahan beratapkan langit malam dan bertirai kelambu kenikmatan palsu.

by. Darmanto Hadi

title : bukan salah juminten

https://bengkuluutara.wordpress.com/wp-admin/post-new.php?post_type=post

dalam lacurnya ada tangis

malam dipukul 00:00 ..

masih ada jiwa yang bergelayutan dalam nasib yang tak tahu dimana akan diletakan,

berjalan dan tersenyum untuk sebuah lambaian tangan..

berjalan untuk satu sunggingan kepalsuan

berjalan dalam keremangan malam,

malam di pukul 00:15

terhenti terduduk lalu diam,

siapa lalu dimana

masih dalam pengharapan yang tak berujung menunggu pagi

tak malu diselimuti nafsu palsu yang menghangat dimalam yang tertusuk dinginnya,

bergelayut dapatkan harapan semu, diantara birahi binal perjaka tua ,

kelambu nafsu untuk sesuap nasi dengan tangis

dalam lacurnya…

hilang dalam gelap dan remang terbawa mimpi untuk esok pagi.

tetap dalam tangis berselimut senyum dan tawa canda bahagia

mereka tidak sendiri, mereka bukan untuk diri dan mereka tetap tahu diri

dalam lacurnya ada tangis

demi satu perjuangan hidup

bukan sebuah kesenangan dalam kerelaan sekali lagi tidak untuk harga sesuap nasi

sedih dalam tangis menjerik tapi itu bukan kuasa

legam dalam kegalauan, dimana mereka

dimana mereka orang-orang tersisih dalam salah penghidupan dan hinaan

 

by : darmanto

inspirasi : dadap area jakbar”

 

my name is DARMANTO, aku INDONESIA

nama ku Darmanto, aku indonesia

dengan segala cinta walau kadang hanya sakit diantara palsu

namun aku berdiri disini diantara tegaknya deduri ilalang yang siap menghujam

tegak dan tegap

menantang semua yang ada

aku indonesia, nama ku Darmanto

tak pantang bersurut walau jauh dalam karam

tak pantang takut walau nyawa di ujung pengharapan

my name is Darmanto, tapi aku renungan

ya aku indonesia

dengan segala tanya’

 

by : darmanto

title : tanya diimana

 

di antara kenangan

my best friend

satu tujuan dalam tiap langkah

hingga puncak tertinggi kita adalah sang juara

kita adalah sang juara

kami merdekadipuncak tertinggi aku bahagiahasbidionntrip bukut kaba 1

pertjakapan waktu dan sang janda”

waktu beranjak malam di hariĀ  gelap,

terbuai lembut dalam tirai kelam dengan tipisnya gaun malam

hangat diantara waktu yang mungkin hanya terpaku diam.

lalu diam …diam dan mengeliat dalam nafsu yang berkobar

tiada yang indah dalam usia yang sudah tiada lagi remaja

tiada yang indah karena waktu pun belum membentuknya dewasa,

tiada salah waktu ….

diam… hening tanpa pelukan dan buaian indah dalam mimpi sekalipun,,

terhening pun tak ingin rintihannya mengoda

waktupun beranjak dan berlalu

waktupun berlalu dan pagi pun menyergap dengan kehangatan

tapi bukan hangat cintja

tapi kepedihan dan sakit…

hilang sudah waktu tiada membantu…

lenyap dalam waktu yang disalahi oleh diri

terpukau dimana dan kemana..

lenyap ….

 

 

by : darmanto

title : salah waktu yang memperkosa

inspirasi : jandaku

berbisik dengan surga

surga….aku disini membuat dosa

disini juga aku hidup diantara maksiat dan nikmatnya dunia..

akupun tak peduli dengan arti mati, walau itu nyata.

surga, bisikku tanpa bertanya dalam lirih nikmatnya

aku tak berasa bercinta dalam dosa, tapi nyata, aku masih berdosa

lalu aku tersenyum” biarkan aku berbisik”

berbisik dengan surga, aku ingin bahagia

nikmat ku di dunia adalah nikmatku disana

bisakah aku…dengan dosa ada disurga

sambil berbisikĀ  pergilah surga, aku ada diantara dosa